Mungkin sedikit terlambat aku mengucapkan bela sungkawa setahun lumpur panas itu keluar. tapi sebelum itu aku mau bercerita dulu, beberapa jum’at lalu aku jum’atan di masjid kampus UGM aku liat sepertinya jamaah salahudin mengadakan pengumpulan dana setelah aku perhatikan ternyata pengumpulan dana untuk Palestina lalu dengan setengah mengkritik aku bilang begini sama yang jaga di pengumpulan dana itu “mas kalo ada pengumpulan dana buat Palestina kenapa ngga ada pengumpulan dana buat lumpur Porong” dan dia hanya terdiam tanpa jawaban. itulah aku sampe heran kok mereka sampe melupakan gajah didepan mata apa mereka menganggap bahwa orang porong itu bukan orang Islam ya dan ngga membutuhkan bantuan? sehingga lebih mementingkan isu internasional. Aku ngga menyalahkan pencarian dana buat palestina tapi harus ada skala prioritas donk. aku pernah denger jika harus memilih antara saudara yang miskin atau tetangga miskin. maka tentu saudara khan?
sekitar beberapa minggu yang lalu aku liat acara di RCTI aku nonton acara tentang lumpur aku cuman bisa meneteskan air mata karena belum punya kuasa apa untuk mengubah semua itu, ketika itu aku liat dipengungsian bayi berumur 2 tahun mungkin diberikan nasi yang menjadi jatah buat orang yang dewasa karena mereka ngga mampu membeli susu lalu mereka ngga jarang diberikan nasi yang udah busuk kadang udah belatungan, aku yang ketika itu ngga punya uang karena akhir bulan cuman bersyukur karena masih ada orang yang lebih susah dari aku. aku yang belum punya kekuasaan ini cuman mengharapkan bagi pembuat keputusan baik pemerintah maupun di masjid masjid ataupun di mahasiswa buat donk acara pengumpulan dana untuk mereka.
sebenernya penyebab semua ini dikarenakan lapindo berantas yang merupakan anak perusahaan dari bakrie group (pemiliknya saat ini menjadi menteri kesejahteraan sosial apakah itu nggak bisa menjadi cukup alasan untuk menurunkan bakrie) melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.
lalu isi lumpur lapindo itu apa aja seh Berdasarkan pengujian toksikologis di 3 laboratorium terakreditasi (Sucofindo, Corelab dan Bogorlab) diperoleh kesimpulan ternyata lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 baik untuk bahan anorganik seperti Arsen, Barium, Boron, Timbal, Raksa, Sianida Bebas dan sebagainya, maupun untuk untuk bahan organik seperti Trichlorophenol, Chlordane, Chlorobenzene, Chloroform dan sebagainya.Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan tidak beracun bagi biota akuatik. LC50 adalah pengujian konsentrasi bahan pencemar yang dapat menyebabkan 50 persen hewan uji mati. Hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki nilai LC50 antara 56.623,93 sampai 70.631,75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP) terhadap larva udang windu dan di atas 1.000.000 ppm SPP terhadap Daphnia carinata. Sementara berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina, lumpur dikatakan beracun bila nilai LC50-nya sama atau kurang dari 30.000 mg/L SPP. coba anda bayangkan kalo sampe masuk ke laut?
cobalah lebih berempati jangan menjadi manusia menang sendiri dan egois.
beberapa hal kutipan id.wikipedia.com