MAN OF TOMORROW

Just another WordPress.com weblog

Tafakur

Posted by saidedwin on September 27, 2007

Kali ini aku lagi-lagi mengutip dari buku judulnya Tafakur Gado-Gado Simpang Lima karya Mohammad Agung Wibowo. met Ramadhan

Akhir adalah sebuah awal
Dan awal berasal dari akhir
Akhir bisa melahirkan awal
Dan awal bisa menjadi akhir

Tetapi …

Ada yang tak berawal
Sekaligus akhir yang tak berakhir
Yang mengatur awal yang berakhir
Dan menjadikan akhir sebagai awal

 

 

 

 

MAKNA WAKTU

 

Untuk memahami makna SATU TAHUN

Tanyalah seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelasUntuk memahami makna SATU BULAN
Tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi premature

Untuk memahami makna SATU MINGGU
Tanyalah seorang editor majalah mingguan

Untuk memahami makna SATU HARI
Tanyalah seorang pekerja dengan gaji harian

Untuk memahami makna SATU JAM
Tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu kekasihnya

Untuk memahami makna SATU MENIT
Tanyalah seseorang yang ketinggalan kereta

Untuk memahami makna SATU DETIK
Tanyalah seseorang yang selamat dari kecelakaan

Untuk memahami makna SATU MILI DETIK
Tanyalah seorang pelari yang meraih medali perak Olimpiade

Dan akhirnya, sadarkah Anda bahwa waktu terus berlalu?
Siapkah Anda mempertanggungjawabkan kepada Allah?
Bagaimana Anda menggunakan setiap mili detik waktu anda?

DAN AKHIRNYA

Kejujuran seringkali menyakitkan
Tapi kebohongan lebih menyakitkan saat diketahui

Diberi adalah saat yang membahagiakan
Dan memberi adalah kebahagiaan sesungguhnya

Banyak yang lebih takut orang mati
Daripada takut kematian itu sendiri

Berhasil menyikapi kegagalan
Lebih baik daripada gagal menyikapi keberhasilan

Anugerah yang kita terima dari tuhan
Selalu lebih banyak daripada yang kita minta

Terima kasih yang kita perlihatkan
Tak pernah melebihi doa yang kita ucapkan

Kita sering tak menghiraukan Tuhan
Padahal Tuhan selalu memperhatikan kita

Mungkin Tuhan-pun berkata:
“harusnya engkau malu!”

Tetapi kitapun hanya berlalu
Seperti tak terjadi apa-apa

Dan akhirnya….

SEBUAH RENUNGAN

Untuk mengetahui orang yang tahu diri
Lihatlah orang kaya yang senang memberi

Tapi untuk mengetahu orang yang bersyukur
Lihatlah orang kaya yang juga bertahajud saat malam

Untuk mengetahui orang Islam
Lihatlah mereka yang pergi ke masjid pada hari Jum’at

Tapi untuk mengetahui orang yang gagal
lihatlah mereka yang tak berbuat
karena takut tak berhasil

tapi untuk mengetahui orang yang sukses
Lihatlah mereka yang tak putus asa
Dalam menghadapi kegagalan

Untuk mengetahui orang yang sabar
Lihatlah mereka yang diam
Karena tak kuasa membalas cacian

Tapi untuk mengetahui orang yang kurang ajar
Lihatlah mereka yang suka mencaci pembantu dan orang lemah

Ini memang bukan criteria
Tapi kita bisa menjadikannya sebagai renungan.

JULI-AGUSTUS

Tanpa lisan memintapun
Tak jarang Dia memberi apa yang dibutuhkan

Tanpa lisan berdoa pun
Seringkali Dia penuhi seluruh hajat

Dan tanpa lisan berterima kasih pun
Dia masih tetap memberi

Mestinya, karunia setetes air pun
Sudah cukup tuk sadarkan diri ini

Lalu mengapa…
Tetesan-tetesan yang telah menggenang itu
Malah menyuburkan kesombongan diri?

Posted in kutipan buku | 7 Comments »

Bocah misterius

Posted by saidedwin on September 27, 2007

Ini merupakan kutipan dari buku Yusuf Mansyur yang judulnya Bocah misterius proyek ini udah aku mulai aku tulis beberapa bulan yang lalu sekalian untuk menyambut bulan Ramadhan. Selamat menunaikannya ya. Semoga targetku tahun ini tercapai yaitu 90% Sholat Terawih, dan bisa ikut iktikaf tahun ini. Aku menulis kutipan ini supaya yang membaca ini mampu belajar aku dari kutipan ini karena banyak bisa yang dipelajari didalamnya.

“kami lapar… sementara perut kalian kenyang. Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat… sementara kalian menambah terus kesakitan kami dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami…didepan mata kami… yang sedang berpakaian kemiskinan. Kami menangis. Kami merintih, adakah diantara kalian yang peduli…?”

“Hey kamu… mari sini!”sapa halus kepada seorang bocah yang dengan sengaja mengganggu anak kecil lain yang sedang berpuasa.
“Siapa nama kamu…?Darimana kamu asalnya..?” Tanya Luqman sambil memegang lengan bocah itu. Sebetulnya luqman gemas, tapi ia tahan kegemasan itu.
Meski ditanya dengan sopan, bocah itu malah balik mendelik kearah Luqman dan tertawa menyeringai!Tawa bocah itu membuat Luqman melepaskan pegangannya seketika. Luqman merasa bocah ini bukanlah anak sembarangan. Sungguhpun penampilannya kayak bocah biasa. Kaos plus celana pendek. Agak lusuh, tapi bersih.

Luqman melihat mata bocah itu. Mata itu bukanlah mata anak manusia umumnya. Ditambah lagi, sebelumnya Luqman tidak pernah melihat bocah itu dikampungnya, kampong Ketapang, Tangerang. Luqman sudah bertanya kesana kemari, adakah tetangga kampungnya atau orang dikamupungnya yang mengenali siapa bocah itu dan siapa keluarganya. Semua orang yang ditanya Luqman menggelengkan kepala tanda tidak tahu.

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tigahari ini ia mondar mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya. Menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini, bagi orang kampung, menyebalkan. Bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang melekat di plstik es tersebut. Pemandangan tersebut menjadi pemandangan biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa. Pemandangan tak mengenakkan ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.
Pemandangan itu bertambah tak biasa karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang di kampungnya mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memeragakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi dagong tersebut. Pernah ada yang melarangnya, tapi kemudian orang itu dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang, belakangan ini, setiap ba’da zuhur, anak itu akan muncul misterius. Bocah itu akan meuncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari hari kemarin dan akan muncul dengan es kelapa dan roti is daging yang sama juga.
Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu hadir. Benar, ia menari-nari sambil menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas mengundang orang lain untuk menelan ludah tanda ingin meminum es itu juga. Luqman menegurnya. Cuma ya itu tadi, bukannya takut bocah itu malahan mendelik hebat dan melotot, seakan akan matanya akan keluar menelan Luqman. Kejadiannya seperti diuraikan dimukadimah tulisan ini.

“kami lapar… sementara perut kalian kenyang. Kami sakit, tanpa ada obat, apalagi biaya berobat… sementara kalian menambah terus kesakitan kami dengan mempertontonkan kemewahan dunia di hadapan kami…didepan mata kami… yang sedang berpakaian kemiskinan. Kami menangis. Kami merintih, adakah diantara kalian yang peduli…?”

“Bismillah…” Luqman kembali mencengkram tangan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya, ia berpikir kalau memang bocah itu adalah bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan, apa maksud semua ini. Kalo memang bocah itu “ bocah beneran” pun ia akan mencari keterangan, siapa dan darimana sesungguhnya bocah itu.

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangannya Luqman. Luqman menyentakkan tangannya, menyeret halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan mata penuh Tanya orang orang yang melihatnya.

“ada apa tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukannya ini kepunyaan saya?” Tanya bocah itu sesampainya dirumah Luqman seakan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“maaf ya…itu karena kamu melakukannya di bulan puasa…”jawab dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah kamu seharusnya berpuasa… lalu bukannya ikut menahan lapar dan haus, kamu malah menggoda orang dengan tingkahmu itu…”
Sebenernya Luqman masih mau mengeluarkan unek uneknya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap mata Luqman lebih tajam lagi.

“itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal itu ketimbang saya…? Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami dibawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering melupakan kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami?
Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang melupakan kami yang sedang menangis?

Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami mengeluh kesakitan hingga kematian menjemput ajal?

Bukankah kalian juga dibulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja kalian menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…?”
Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi Luqman kesempatan menyela.
Tiba tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata demikian tegas terdengar sangat “menusuk”, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“ketahuilah tuan …. Kami berpuasa tanpa ujung….kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa lantaran memang tidak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara tuan berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah tuan, justru tuan dan orang-orang sekeliling tuanlah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan Idul Fitri?

Tuan….sebelas bulan kalian semua tertawa disaat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya.
Tuan …kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk dibulan Ramadhan ini. Apa yang saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang kecil seperti kami….
Tuan, sadarkah tuan akan ketidakabadian harta? Lalu mengapakah masih saja mendekap harta secara berlebih?
Tuan….sadarkah apa yang terjadi bila tuan dan orang-orang sekeliling tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat?
Bahkan, berlebihannya tuan dan orang-orang disekeliling tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat. Tahukah tuan, akan adanya azab Tuhan yang menimpa….?
Tuan…jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan….jangan merasa perut ’kan kenyang esok lantaran tersimpan pangan ‘tuk setahun. Tuan jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Wuah… entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Perkataan demi perkataan meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya!

Hal ini menambah keyakinan bahwa bocah ini bukan bocah sembarangan. Habis berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.
Dikejauhan,Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi.
Begitu sadar, Luqman berlari mengejar tetapi ia tidak menemukan bocah itu. Setelah kejadian itu Luqman sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irasional. Maka betullah adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi memberi kita pelajaran bahwa seharusnya jangan sekali kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan. Marilah berpikir tentang dampak social yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.

Posted in kutipan buku | Leave a Comment »

proses penciptaan bumi

Posted by saidedwin on August 11, 2007

Sudah hampir dua bulan aku ngga nulis terus terang ini karena males benget mau nulis. sebenernya materi untuk ditulis itu udah ada diotak tetapi memang yang namanya males itu terlalu berperan. tadi aku nonton metro tv judulnya proses penciptaan bumi. kebetulan pikirku  sebenernya aku bertanya bagaimana peran tuhan di alam? ini seh karena debat di suatu situs blog.  aku ngga mau mengetahui adanya tuhan karena keturunan. akan sangat berbeda mengetahui tuhan dari keturunan dengan mencari sendiri.

teori dibawah ini merupakan teori yang berdasarkan sains, teori ini berdasarkan teori big bang beberapa miliar taun yang lalu ada satu bintang(benda langit yang mengeluarkan cahaya) yang sangat tua yang mengalami supernova(ledakan suatu bintang digalaksi yang mengeluarkan energi sangat besar) sisa sisa  bintang yang meledak. menjadi awan awan yang berkumpul disatu titik. sehingga awan awan di langit itu memadat membentuk matahari dan planet planetnya di galaksi(aku ngga tau bagaimana pembentukannnya secara detil). tetapi ketika itu bumi belum seperti sekarang. bumi akan sangat panas sekitar 3000 derajat. belum ada air dan udara tetapi sudah ada atmosfir. ada ancaman untuk bumi dari matahari yang sebagai pusat tata surya. matahari juga memiliki badai yang suhunya 3000 derajat yang mengaakibatkan yaitu mengikis atmosfir. hal itu dapat dilihat di planet mars  yang atmosfirnya terkikis oleh matahari hal itu akan mengakibatkan matinya makhluk hidup. itulah mengapa mars tidak dapat memiliki makhluk hidup. lalu bagaimana bumi tidak terkena badai dari matahari itu? bumi memiliki pelindung yang namanya magnetoid yang tercipta dari inti didalam bumi sehingga bumi memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan. sehingga badai matahari itu dapat dibelokkan ke kutub selatan. makanya kalo didaerah kutub utara kita dapat melihat aurora. coba anda pikir begitu sayang Allah kekita sampe memikirkan sedetil ini dan pembawa acara di metro tv itu bilang kita beruntung memiliki inti bumi padahal planet yang lain tidak memiliki magnetoid. lalu bagaimana terciptanya bulan?ini masih menurut ahli, dulu bumi mengalami benturan dengan planet yang lebih besar daripada planet bumi. hingga bumi mengalami pelumeran. lalu disekitar terdapat sisa sisa bumi yang berputar sangat cepat sehingga terbentuk lah bulan yang berputar mengikuti bumi itulah rotasi. adanya bulan membuat bumi mengalami musim sehingga bumi lebih dingin menjadi 2000 derajat.

lalu bagaimana terbentuknya air? masih menurut para ahli air terbentuk dari meteor meteor yang masuk ke dalam bumi beberapa miliar tahun yang lalu sedangkan kondisi ketika itu sangat mendukung untuk terciptanya air. sehingga lagi lagi kondisi suhu turun dan dan dibumi sudah ada air. tetapi ketika itu jika manusia ada manusia itu mati kenapa? karena tidak ada udara karena di atmosfir penuh dengan CO2 dan nitrogen diduga pada saat itu ada organisme tepatnya bakteri tapi aku lupa namanya bakteri ini bersifat anaerob (mengubah CO2 menjadi O2). bakteri itu ada kemungkinan ketika air mulai ada, bentuknya seperti batu tetapi tidak dijelaskan bagaimana bakteri itu ada. jika manusia ketika itu ada maka manusia bisa hidup ketika itu.

bagi orang orang yang ga mau berpikir tentu semua ini tentu ada dengan sendiri nya alias random tetapi satu pertanyaanku kebetulan itu terlalu sering. seperti sudah aku coba jelaskan semua ini sepertinya semua sangat terencana dimulai dari penciptaan bumi hingga ada udara seolah ada yang mengatur. bahkan hingga pembuatan magnetoid seolah semuanya terencana dengan sempurna. bahkan bisa dikatakan terus terang dengan paling bodoh pun ada yang mengatur semuanya dengan detil semua untuk kebutuhan manusia contohnya bagaimana mungkin ada bakteri darimana makhluk hidup kecil itu ada? itu masih menjadi misteri. padahal manusia pun tidak bisa menghidupkan satu bakteripun. mungkin peran besar dari benda kecil ini merupakan salah satu grand planning. tetapi satu hal kesimpulan ada yang mengatur semua ini. karena terlalu sempurna.

Posted in sains | 13 Comments »

1 tahun lumpur lapindo

Posted by saidedwin on June 6, 2007

Mungkin sedikit terlambat aku mengucapkan bela sungkawa setahun lumpur panas itu keluar. tapi sebelum itu aku mau bercerita dulu, beberapa jum’at lalu aku jum’atan di masjid kampus UGM aku liat sepertinya jamaah salahudin mengadakan pengumpulan dana setelah aku perhatikan ternyata pengumpulan dana untuk Palestina lalu dengan setengah mengkritik aku bilang begini sama yang jaga di pengumpulan dana itu “mas kalo ada pengumpulan dana buat Palestina kenapa ngga ada pengumpulan dana buat lumpur Porong” dan dia hanya terdiam tanpa jawaban. itulah aku sampe heran kok mereka sampe melupakan gajah didepan mata apa mereka menganggap bahwa orang porong itu bukan orang Islam ya dan ngga membutuhkan bantuan? sehingga lebih mementingkan isu internasional. Aku ngga menyalahkan pencarian dana buat palestina tapi harus ada skala prioritas donk. aku pernah denger jika harus memilih antara saudara yang miskin atau tetangga miskin. maka tentu saudara khan?
sekitar beberapa minggu yang lalu aku liat acara di RCTI aku nonton acara tentang lumpur aku cuman bisa meneteskan air mata karena belum punya kuasa apa untuk mengubah semua itu, ketika itu aku liat dipengungsian bayi berumur 2 tahun mungkin diberikan nasi yang menjadi jatah buat orang yang dewasa karena mereka ngga mampu membeli susu lalu mereka ngga jarang diberikan nasi yang udah busuk kadang udah belatungan, aku yang ketika itu ngga punya uang karena akhir bulan cuman bersyukur karena masih ada orang yang lebih susah dari aku. aku yang belum punya kekuasaan ini cuman mengharapkan bagi pembuat keputusan baik pemerintah maupun di masjid masjid ataupun di mahasiswa buat donk acara pengumpulan dana untuk mereka.
sebenernya penyebab semua ini dikarenakan lapindo berantas yang merupakan anak perusahaan dari bakrie group (pemiliknya saat ini menjadi menteri kesejahteraan sosial apakah itu nggak bisa menjadi cukup alasan untuk menurunkan bakrie) melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.
lalu isi lumpur lapindo itu apa aja seh Berdasarkan pengujian toksikologis di 3 laboratorium terakreditasi (Sucofindo, Corelab dan Bogorlab) diperoleh kesimpulan ternyata lumpur Sidoarjo tidak termasuk limbah B3 baik untuk bahan anorganik seperti Arsen, Barium, Boron, Timbal, Raksa, Sianida Bebas dan sebagainya, maupun untuk untuk bahan organik seperti Trichlorophenol, Chlordane, Chlorobenzene, Chloroform dan sebagainya.Hasil pengujian LC50 terhadap larva udang windu (Penaeus monodon) maupun organisme akuatik lainnya (Daphnia carinata) menunjukkan bahwa lumpur tersebut tidak berbahaya dan tidak beracun bagi biota akuatik. LC50 adalah pengujian konsentrasi bahan pencemar yang dapat menyebabkan 50 persen hewan uji mati. Hasil pengujian membuktikan lumpur tersebut memiliki nilai LC50 antara 56.623,93 sampai 70.631,75 ppm Suspended Particulate Phase (SPP) terhadap larva udang windu dan di atas 1.000.000 ppm SPP terhadap Daphnia carinata. Sementara berdasarkan standar EDP-BPPKA Pertamina, lumpur dikatakan beracun bila nilai LC50-nya sama atau kurang dari 30.000 mg/L SPP. coba anda bayangkan kalo sampe masuk ke laut?
cobalah lebih berempati jangan menjadi manusia menang sendiri dan egois.

beberapa hal kutipan id.wikipedia.com

Posted in sosialita | 7 Comments »

koran merapi

Posted by saidedwin on May 31, 2007

tadi pagi aku agak bangun kesiangan sehingga berangkat ke PKL sebenernya seh ga enak. berteman dengan sepedaku aku berangkat mengarungi jalan yang panas tanpa penutup kepala. tapi panas banget ketika itu nah lagi panas panas kayak gitu ban bocor walaupun udah aku perkirakan soalnya bannya tipis banget.  lalu aku tinggal dulu sepedanya di tambal ban untuk PKL dulu. pukul 12 aku ambil sepedanya di tambal ban itu lalu disuruh nunggu dulu katanya orangnya lagi pergi. disitu ada koran merapi yang isinya kebanyakan tentang kriminal, tentang klenik tadi aku masih inget kleniknya judulnya “cowok bule berubah menjadi siluman kucing” tapi dari artikel sebanyak itu aku cuman baca 2 artikel. pertama artikel tentang yogya festival yang dibatalkan sama aparat karena mengandung pro kontra artikel kedua ini lah sebenernya yang jadi kepikiran artikel tentang tanda tanda kebesaran Allah.  sebenernya sebelum baca artikel itu  selalu bertanya tanya gimana melihat ALLah itu soalnya aku punya kecenderungan untuk selalu berpikir secara logis dan selalu bertanya tanya kenapa tentang cerita nabi Ibrahim mencari tuhan dan bertanya tanya tentang  gimana melihat Allah dengan hati. jadi artikelnya garis besarnya begini Allah ga akan mampu dilihat dengan mata kita tapi harus dirasakan   analoginya seperti ini ibaratnya Allah itu garam lalu garam itu dimasukkan ke sayur asem.   apakah garam didalam sayur asem itu dapat diliat? tentu nggak khan ? tapi kita meyakini garam itu ada karena ada rasa asin. seperti itu juga Allah, ketika kita melihat air yang mengalir, matahari tenggelam, angin berhembus kita akan merasakan kebesaran Allah dan kasih sayang Allah coba anda apa yang terjadi apabila angin berhenti maka seluruh orang didunia mati sesak napas. sebenernya artikel ini masih jauh dari sempurna karena batasan pemahaman penulis tapi akan terus diedit karena perkembangan pemahaman pula karena ilmu Allah itu ibaratnya air yang begitu dalam sedangkan aku cuma setitik air.

Posted in agama | 6 Comments »